Thursday, 10 April 2014
Buruknya Pelayanan UKM di Pekanbaru: Ancaman vs Tantangan vs Peluang ?
Statement ini yang berulang-ulang dikatakan pak Burang Riyadi saat kami ikut konsul sama beliau. Sama sekali tidak mudah, membenahi disana sini. Tapi pembenahan ini bukan sebuah pilihan melainkan KEHARUSAN. Kenapa harus...? Konsumen makin pintar memilih, pesaing bukan lagi tetangga sebelah tapi negara tetangga yang kuat modal, smart dan punya nature melayani.
Sudah lama ingin menulis tentang hal ini, entah kami yang punya ekspektasi tinggi atau memang standar pelayanan UKM di Pekanbaru yang harus dibenahi.
Mulai dari tempat makan (restoran) sampai usaha ritel. Sering bikin kecewa, geleng-geleng sampai shock dan terpaksa marah-marah.
Terakhir kali yang bikin jadi ngoceh di twitter setelah makan siang di A.L (entah itu cafe, entah itu restoran, dicampur-campur). Siang itu memang ramai karena libur Pemilu dan makan siang. Sambil menunggu makanan, 3 kali waitressnya datang mengantarkan menu yang bukan kami pesan, tentu saja kami tolak.
Selesai makanannya diantar dan disantap, minuman yang sesuai orderan tak kunjung datang. Kesal dan kami pulang. Mbak di Cashier bilang "maaf bu, tadi ga dikasi tau temen saya ya... gelas kami kurang karena di cafe juga rame". Dohhhhh....
*Gigit besi. Akhirnya keluar dan cari minum sambil keselek...
Ini bukan satu-satunya tempat makan yang ga jelas begini. Bahkan ada yang "konsepnya" mulai dari kami datang sampai bayar si waitress ga ngomong sama sekali. Begitu kami duduk dia langsung siap dengan note dan pulpen menunggu orderan kami sebutkan lalu pergi, orderan makan minum disajikan, selesai kami bayar. Ga ada ngomong sama sekali, hemat suara n senyum bangetlah pokoknya.
Ada lagi tempat makan pempek palembang yang bukan versi pinggir jalan. Waitress bisa teriak dan cekikikan dengan temannya sambil nyatet orderan kami.
Banyak lagi model-model kayak begini which is bukan tempat makan murah. Kadang segan dengan tamu yang kami bawa. Biasanya kami ke tempat seperti ini ingin serv tamu yang datang dari luar kota.
"Orang Pekanbaru itu memang ga punya nature of serving ya...?" demikian celetukan salah satu tamu yang heran dengan pelayanan di Pekanbaru.
Bagi UKM tentunya lebih mudah untuk bagusin toko/ cafe/ outlet atau banyakin meja kursi biar omset naik ketimbang melatih dengan KHUSUS+ SENGAJA + TERPROGRAM + KONTINUE para SDM mereka. Memang masalah SDM itu ada di semua tempat usaha, mau cari yang sudah siap pakai ya ga mudah terlebih jika konsep tidak jelas. Program Training bagi karyawan bukan pilihan namun keharusan. Apalagi budaya melayani dengan hati masih snagat lemah.
Jika tak segera berbenah, UKM lokal yang menggunakan tenaga tempatan akan tergusur, belum lagi denga ekspansi dari Jakarta dan sekitarnya plus dari negara tetangga.
Jangan lagi nanti teriak-teriak dan marah kepada usaha serupa yang lebih apik dan dipilih konsumen. Jika SDM kasar, lamban dan store berdebu, kumal, plus berantakan mana ada konsumen yang mau mampir.
Sering keluar dari toko ritel tradisional sambil ngomel "koq kita yang lebih ramah ya daripada yang jual, mereka perlu uang ga sih...?"
Ini ancaman bagi UKM yang masih saja sibuk berproduksi barang/ jasa tanpa mau memberikan waktu khusus untuk SDM mereka.
Menjadi tantangan bagi UKM yang sedang berupaya keras memperbaiki bisnisnya, jika ingin kuat dan bertahan, ini adalah "harga" yang harus dibayar.
Menjadi peluang bagi perusahaan training yang menyediakan jasa untuk melatih para SDMnya UKM di Pekanbaru.
Friday, 4 April 2014
Story Behind the Brand (TK Alifa Kids)
Pada awalnya konsep dan proses yang ada di cabang-cabang sekolah kami TK Alifa Kids nyaris tidak ada bedanya dengan sekolah yang sama di kota Pekanbaru. Namun perlahan kami terus mencari tahu apa sebetulnya yang diperlukan oleh konsumen kami (anak & orang tua)…
Thursday, 13 March 2014
Teruntuk Anak-Anak ku di Riau #RiauBerasap
Sudah lebih dari satu bulan kita bertahan dengan menghirup udara beracun akibat ulah tangan pembakar hutan....
Bunda rasa tak pantas jika kita sebut ini gejala alam. Kenapa alam yang terus terusan dipersalahkan...
Ananda ku sayang, kelak engkau besar ingatlah bahwa kepintaran mu tak akan membawa mu kepada kebaikan... tak akan membawamu kepada sorganya Allah jika engkau gunakan untuk menzholimi orang lain...
Moga dalam beberapa tahunmu belajar sambil bermain ini akan menjadi ingatan segar kelak... Bahwa betapa penting moral, karakter dan nilai nilai yang perlu engkau jaga selama engkau hidup....
Apapun kepintaranmu... pastikan engkau ingat "dari mana asalmu... sedang dimana engkau sekarang... mau kemana hidupmu setelah mati..."
Tak ada yang tau umur... ini bunda tulis untuk ananda tercinta... moga tulisan ini bisa ananda temukan...bisa menjadi pengingat bagimu, ditengah-tengah semangatmu berkarya.... Apakah karyamu mendekatkan dirimu pada sorganya Allah... atau sebaliknya...
*Nitey with smog
Wednesday, 12 March 2014
Teruntuk Bapak yg Menghitung Hari
Jangan MARAH yaaa...
titip dr Riau untuk RI 1 : Dear Yth. Presiden RI Bpk Susilo Bambang YudhoyonoYang sebentar lagi akan habis masa jabatannya. Riau, dari sini Bahasa Indonesia berasal, Bahasa yg pernah membuat Nusantara satu.
Titik api di sekitar kami, bukanlah simbol kemarahan Tuhan, tapi simbol keserakahan dan bukti ketidak pedulian Negara, bukti kepongahan Jakarta trhdp Daerah. Bapak mau kesini skrg ? Bandara ditutup pak, lagipun tdk ada anak sekolah yg akan menyambut bapak, sekolah diliburkan. Mau menempuh jalur darat ? Bahaya pak, asap tebal tidak bagus buat kesehatan bpk dan ibu ani, lagian juga tdk bagus untuk objek foto Instagram.
Biarkan saja seperti ini, agar Riau bisa menjadi lahan sawit dan bisa ditanami tanaman Industri. Biarkan saja seperti ini, kami ikhlas mati pelan-pelan karena ISPA, karena ketidakberdayaan kami di daerah. Kami Pasrah, Mungkin ini kehendak Tuhan.
Bagi saudara/i kami di daerah lainnya, kami sgt berterima kasih atas doa yg selalu kalian panjatkan, mhn maaf krn kiriman asap Riau kalian jadi terganggu, jika kita tdk sempat bertemu muka, semoga kita bertemu di Surga nanti. Sebarkan ini, semampu yg anda bisa.. Karena Kita INDONESIA
Sumber : Anonim dari BBM
Tuesday, 4 March 2014
Pintu Ajaib
Dear friends....
Pernahkah merasa terjebak dalam suatu keadaan yang rasanya sudah ga ada jalan keluar...?
Satu-satunya yang terlihat hanyalah sebuah pintu... tapi sudah berusaha menarikkkkk sekuat tenaga namun pintu itu tak juga bisa dibuka...
Tak ada jendela... tak ada pintu lain bahkan tak ada atap yang bisa dipanjat. Seperti berada di sebuah kotak kubus dengan 1 pintu....
what's wrong with this...?
There's nothing wrong anyway.... hanya saja kita suka keliru memperlakukan pintu itu... Terlalu memaksa ditarik sekuat tenaga hingga hampir kehabisan tenaga...
Padahal pintu itu hanya perlu diGeser (sliding door). Hahaaahhaaa... betapa konyolnya tingkah kita... dan berteriak pada Tuhan bahkan nyaris protes dan mengeluh... Alangkah menggelikan dan bodohnya perangai kita....
Lebih lucu lagi... jika ternyata itu pintu besi Otomatis... sehabis tenaga mendobrak, sang pintu justru makin terkunci, karena dikira kita seorang pencuri yg ingin melarikan diri..... Hahahaahaaa (mari tertawa lagi)
Padahal kita hanya cukup diam manis sejenak.... lalu sang pintu pun dengan anggun terbuka sendiri...
Have a nice lunch, Teman....
Saturday, 1 March 2014
Menunggu Cintamu, Ayah...
Klik disini untuk berlangganan tips parenting GRATIS via email
Thursday, 27 February 2014
Aksi Instan Menghadapi Kabut Asap di Pekanbaru
Coba ya kalo para Kepala Dinas agak tegas sikit. Kutuk dan tuntut pelaku pembakaran hutan, desak pihak-pihak terkait untuk segera beraksi nyata. Bakalan dibilang provokator ga nih yha...?
Ruginya itu loh, bisa pergi ke sekolah itu hak nya semua siswa. Hanya karena kezholiman segelintir orang, hak mereka terabaikan.
Ga ngerti ya, mungkin negeri ini dirancang untuk orang-orang bermental 'sabar' dengan keadaan. Helloooo.... anybody there who can stop this smoke...? *yelling *nambah beli tisue *berangkat ke THT lagi gendong bayi


