Thursday, 7 August 2014

Orang Tua = Penguasa Anak...?

"Anak-anak dilahirkan ke dunia bukan untuk dijajah dan dikuasai, melainkan untuk dididik dan dimerdekakan"

Nemu quote ini di twitter.... Maknanya dalam banget, sebagai ortu mungkin kita merasa bahwa kitalah penguasa anak anak yg kita lahirkan & besarkan. Merasa telah berjasa dan berkorban segalanya bagi mereka.

Rasa ini seringnya berujung pada penguasaan ortu terhadap anak secara lahir bathin. Anak-anak tak diizinkan menjadi diri mereka sendiri. Orang tua merasa "paling tahu" apa yang terbaik untuk anak-anak mereka tanpa mau mendengar apa yang mereka inginkan. Sedikit argumentasi mereka lalu dianggap melawan dan dicap durhaka. Akhirnya lahirlah anak-anak bermental bebek yang bisanya ya hanya membebek.

Bukan berarti pula kita membiarkan anak-anak bicara dan berargumentasi tanpa etika. Ortu mestinya mampu membantu mereka untuk menjadi sosok yang berpikiran kritis namun dengan attitude yang baik. Masih ingatkan beberapa ulasan tentang kekerasan seksual pada anak...? Salah satu penyebab adalah karena anak tak diajarkan untuk berhak bersuara kepada orang yang lebih dewasa, ortu seolah-olah penguasa tunggal anaknya.

Setelah melewati masa kanak-kanak, 'prosesi' penguasaan orang tua ini berlanjut. Ketakutan tanpa membangun komunikasi yang baik dengan anak menjadi penyebab si remaja merasa dikekang dan akhirnya melawan. Sudah sering kita dengar berita kenakalan remaja... iya... yang nakal remaja... orang tuanya apa kabar...????

Yuk kita lanjut ke tahapan dewasa (masa si anak bekerja/ berkarya dan berumahtangga). Orang tua masih enggan melepas status kekuasaannya. Kita dengar bagaimana rumahtangga anak ikut "dibikin rame" oleh orang tua...?
Bahkan anak harus memilih: mendengarkan orang tua atau kah pasangan...? Kasian ya... ini cukup sering jadi penyebab huru hara rumahtangga. Bahkan ada yang menganut paham "mantan suami/ istri itu ada, mantan orang tua itu ga ada". Wahhh... wah.... bukankah anak menantu itu menikah atas nama Tuhan...? semudah dan semurah itukah diperbandingkan...?

Tulisan ini didedikasikan untuk para orang tua muda.... Kebanyakan kita meniru bagaimana cara kita dulu dibesarkan. Tak semuanya salah namun tak semuanya benar. Kita tak sedang menghakimi orang tua tapi sedang mendesain dan menjalankan proses membesarkan anak dengan cara terbaik dan sesuai 'zamannya'. Tuntunan yang tidak baik perlu diputus agar tak menjadi mata rantai yang tak ada habisnya.

Membesarkan anak adalah kewajiban kita, Tuhan berikan kebaikan atas kebaikan ini... Kita tak sedang "berdagang" dengan anak, kurang pantas jika kelak menuntut dan menyebut-nyebut kebaikan yang sudah diberikan kepada mereka, bahkan jika hingga mencap mereka durhaka.... Jangan-jangan kita pun sudah menjadi orang tua yang durhaka...?

Agar kelak kita tak jadi beban bagi anak-anak, ada baiknya diplanningkan masa tua kita sebaik mungkin. Seorang penasehat keuangan Ligwina Hananto di twitternya pernah berujar "banyak pasangan menikah yang tak bisa membeli rumah karena bocor-bocor kecil dalam keuangan mereka".
Kebocoran kecil ini yang perlu kita antisipasi. Besarkan anak-anak dengan sederhana (bukan berarti pelit). Ajarkan mereka berpikir fungsional. Misal, membelikan sepeda yang harga beberapa ratus ribu...? atau yang harga beberapa juta...? Fungsinya sama namun memang gengsinya yang beda.

Dalam sebuah training saya pernah diajarkan untuk merencanakan masa depan terbaik bagi anak dan bagi masa tua nanti. Suka tidak suka, permasalahan finansial sering menjadi gesekan anak menantu mertua, disamping hal-hal non materi lainnya....

Sederhana dalam mencinta.... yuk sama-sama kita bangun rasa ini, agar menjadi orang tua terbaik, menjadi orang tua yang dicintai anak-anak hingga tua kelak, bukan yang terpaksa dicintai karena mereka takut durhaka.... (Ga mudah... iya... ga mudah... bukak berarti ga bisa :) )

Tuesday, 3 June 2014

UKM & Team Building

Dua minggu belajar dari orang-orang hebat makin bikin kepala berasap, hehhee... Kalo versi film kartun itu banyak awan-awan di atas kepala yang tulisannya:
1. AFTA
2. AEC
3. UKM
4. TEAM BUILDING
trus mojok di dinding sambil ternganga dan gigi rontok, hahahaa (apa sihhh...)



Belajar Branding dari om +Subiakto Priosoedarsono ( @subiakto ):
Brand yang dibangun mesti unik + relevan dengan kebutuhan konsumen + Bermakna

Belajar dari pak @hermawank tentang WOW Sales People 3.0, makin bikin berasap... semua orang di tim mestinya as a sales dan konsep sales bukan lagi versi jaman "dinosaurus" dulu yang nguber calon konsumen trus dijejali produk/ atau jasa kita. Ini udah ketinggalan banget dan jauh dari nilai-nilai kemanusia (walo sekarang masih banyak aja yang jualan model begini, siap2 tutup usahanya)

Sales people :
1. Mesti bisa jadi teman
2. Sudah termotivasi dari dalam diri sendiri
3. Menjaga penampilan luar + mesti PINTAR
4. Ajak konsumen untuk bertumbuh (they learn something)
5. Memanusiakan manusia, konsumen sebagai subjek
6. Paling penting : Sales People are a Leader
7. Leader yang sukses jika mesin dan bahan bakarnya pakai "cinta"

Wellllllll.................

Apakah arti dari semua iniiii....? Apakah benang merahnya.....?

BANGUN TIM... iyaaaa.... BANGUN TIM, hiks.......

Mau belajar kemana pun, pakai konsultan siapapun, mau bisnis apapun, ujung-ujungnya BANGUN TIM.

Makin mules makin berasap... Ketemu mas AFTA dan mbak AEC plus mbak/ mas lainnya mana bisa kalo kita-kita yang di UKM ini cuma ngandelin produk or perang harga doank... habisss kitaaa mbak/ sis mas/ brooo...

Iyaaa tauuu... bangun tim itu ga mudah, yang bilang mudah sapaah...? hahahaa..
Tapi bangun tim itu sama PENTINGnya dengan bangun gedung yang keren buat bisnis kita, bayar iklan yang mahal, sama pentingnya dengan ngulik2 produk/ jasa biar keren n dicari konsumen.

Bisnis itu = Konsep + Sistem + SDM

Sudahlah... tak perlu ngeles lagih... jangan ngaku punya bisnis/ usaha / entrepreneur n sejenisnya kalo ga mampu or ga mau bangun 3 hal ini. Specially untuk SDM ini bener-bener kerjaannya owner, jangan mimpi mau bayar konsultan buat bangun tim sendiri.
Sama aja kayak perempuan yang pengen punya anak tapi ga mau repot-repot hamil n ngelahirin, GA Logis mas/ bro Mbak/ sis...

SDM/ Human Capital/ Team itu adalah CERMINAN ownernyaaaa... Jangan komplen kalo tim ga beres, ga disiplin, ga well perform kalo Owner ga jadi TELADAN. Jauh panggang dari Api mas/ bro mbak/ sis...

Tim diminta ontime, ehhhh ownernya lemot bin lelet ga...? Tim diminta loyal, aihhh ownernya kalo ada cuan makan sendiri atau bagi-bagi n bikin tim happy..? Aliran boss NATO ituhhh, omdo.

Yukk ahh... kita kerja keras kerja tuntas dan berusaha ikhlas, buat bisnis kita, buat kota kita buat negara kitaaa... Jangan biarin orang-orang produktif di Indonesia ini cuma jadi komoditi buat pabrik-pabrik yang bentar lagi bakal nyerbu negara kita... Jangan biarin kualitas mereka jauh di bawah kualitas SDM import yang bentar lagi bakal ngelamar n jadi tenaga kerja asing di bisnis kitaaaa...

Iyaa iyaa... SDM sekarang itu careless, low skill n knowledge, ini nyaris jadi masalah di semua usaha apalagi UKM yang seperti kita yang ga bisa bayar mahal (gaji tinggi). Tapi siapapun yang mendeclare n membuat keputusan sebagai entrepreneur WAJIB mau n mampu mendidik timnya.

Bikin lah training center kecil/ sederhana di bisnis kita masing-masing... materinya ga usah keren bingittt... yang penting sesuai ama kebutuhan usaha kita dan bisa DILAKSANAKAN oleh tim. Lihat dari kacamata konsumen, apa yang mereka butuhkan...

Konsumen berhak diberikan pelayanan yang terbaik, coba deh kita yang di Pekanbaru (mungkin kota lain juga ada), hampirrrr seluruh tempat usaha mulai dari tempat makan sampai oleh-oleh punya server yang kasar jutek, hadehhhh... mereka ga ngeh kalo yang bayarin gaji tiap bulan itu ya konsumen yang datang itu. Ini tugas nya owner untuk bangun empatinya karyawan supaya bisa respek sama konsumen...

Segitu aja deh galaunya, yuk ahhh sama-sama kita berbenah.. biar UKM Indonesia bisa jadi yang terbaik di negeri sendiri, bisa ngasi yang terbaik untuk konsumen kita.

Semangattt ya Mbak/ sis, Mas/ Bro...
Ga Mudah bukan berarti Ga BISA ;)







Thursday, 10 April 2014

Buruknya Pelayanan UKM di Pekanbaru: Ancaman vs Tantangan vs Peluang ?

"Bisnis itu : Konsep + Sistem + SDM"

Statement ini yang berulang-ulang dikatakan pak Burang Riyadi saat kami ikut konsul sama beliau. Sama sekali tidak mudah, membenahi disana sini. Tapi pembenahan ini bukan sebuah pilihan melainkan KEHARUSAN. Kenapa harus...? Konsumen makin pintar memilih, pesaing bukan lagi tetangga sebelah tapi negara tetangga yang kuat modal, smart dan punya nature melayani.

Sudah lama ingin menulis tentang hal ini, entah kami yang punya ekspektasi tinggi atau memang standar pelayanan UKM di Pekanbaru yang harus dibenahi.


Mulai dari tempat makan (restoran) sampai usaha ritel. Sering bikin kecewa, geleng-geleng sampai shock dan terpaksa marah-marah.

Terakhir kali yang bikin jadi ngoceh di twitter setelah makan siang di A.L (entah itu cafe, entah itu restoran, dicampur-campur). Siang itu memang ramai karena libur Pemilu dan makan siang. Sambil menunggu makanan, 3 kali waitressnya datang mengantarkan menu yang bukan kami pesan, tentu saja kami tolak.
Selesai makanannya diantar dan disantap, minuman yang sesuai orderan tak kunjung datang. Kesal dan  kami pulang. Mbak di Cashier bilang "maaf bu, tadi ga dikasi tau temen saya ya... gelas kami kurang karena di cafe juga rame". Dohhhhh....
*Gigit besi. Akhirnya keluar dan cari minum sambil keselek...


Ini bukan satu-satunya tempat makan yang ga jelas begini. Bahkan ada yang "konsepnya" mulai dari kami datang sampai bayar si waitress ga ngomong sama sekali. Begitu kami duduk dia langsung siap dengan note dan pulpen menunggu orderan kami sebutkan lalu pergi, orderan makan minum disajikan, selesai kami bayar. Ga ada ngomong sama sekali, hemat suara n senyum bangetlah pokoknya.


Ada lagi tempat makan pempek palembang yang bukan versi pinggir jalan. Waitress bisa teriak dan cekikikan dengan temannya sambil nyatet orderan kami.

Banyak lagi model-model kayak begini which is bukan tempat makan murah. Kadang segan dengan tamu yang kami bawa. Biasanya kami ke tempat seperti ini ingin serv tamu yang datang dari luar kota.

"Orang Pekanbaru itu memang ga punya nature of serving ya...?" demikian celetukan salah satu tamu yang heran dengan pelayanan di Pekanbaru.


Bagi UKM tentunya lebih mudah untuk bagusin toko/ cafe/ outlet atau banyakin meja kursi biar omset naik ketimbang melatih dengan KHUSUS+ SENGAJA + TERPROGRAM + KONTINUE para SDM mereka. Memang masalah SDM itu ada di semua tempat usaha, mau cari yang sudah siap pakai ya ga mudah terlebih jika konsep tidak jelas. Program Training bagi karyawan bukan pilihan namun keharusan. Apalagi budaya melayani dengan hati masih snagat lemah.


Jika  tak segera berbenah, UKM lokal yang menggunakan tenaga tempatan akan tergusur, belum lagi denga ekspansi dari Jakarta dan sekitarnya plus dari negara tetangga.
Jangan lagi nanti teriak-teriak dan marah kepada usaha serupa yang lebih apik dan dipilih konsumen. Jika SDM kasar, lamban dan store berdebu, kumal, plus berantakan mana ada konsumen yang mau mampir.

Sering keluar dari toko ritel tradisional sambil ngomel "koq kita yang lebih ramah ya daripada yang jual, mereka perlu uang ga sih...?"

Ini ancaman bagi UKM yang masih saja sibuk berproduksi barang/ jasa tanpa mau memberikan waktu khusus untuk SDM mereka.
Menjadi tantangan bagi UKM yang sedang berupaya keras memperbaiki bisnisnya, jika ingin kuat dan bertahan, ini adalah "harga" yang harus dibayar.
Menjadi peluang bagi perusahaan training yang menyediakan jasa untuk melatih para SDMnya UKM di Pekanbaru.


Friday, 4 April 2014

Story Behind the Brand (TK Alifa Kids)

Terinspirasi setelah membaca buku  Do dari mas @Handoko_H tentang pentingnya story behind the brand jadi tergerak untuk menuliskan apa yang selama ini menjadi engine seeing kami mampu bertahan dalam menjalankan usaha kami.

Jika dibandingkan dengan kisah-kisah dibalik sebuah brand besar, rasanya kisah kami ini mungkin terlalu sederhana... Namun dengan berbagi cerita semoga bisa menjadi inspirasi kecil untuk orang lain yang membaca sekaligus memberikan doa agar upaya kami terus bergerak ke arah yang lebih baik dan lebih banyak memberi manfaat...

Tahun ke 6 sudah usaha pendidikan anak usia dini TK Alifa Kids ini kami jalankan (saat ini 7 cabang di Pekanbaru dan 2 cabang di Palembang). Berawal dari semangat untuk bisa bermanfaat bagi banyak orang walau ilmu kami sangat minim saat itu. Tapi semangat belajar yang terus membawa kami untuk tidak berhenti berbenah. Alhamdulillah….

Pada awalnya konsep dan proses yang ada di cabang-cabang sekolah kami TK Alifa Kids nyaris tidak ada bedanya dengan sekolah yang sama di kota Pekanbaru. Namun perlahan kami terus mencari tahu apa sebetulnya yang diperlukan oleh konsumen kami (anak & orang tua)…

Kebanyakan dari orang tua siswa kami adalah pasangan bekerja. Sepulang sekolah anak-anak mereka tinggal di rumah, dititipkan kepada kerabat atau ditemani asisten rumah tangga. Mungkin untuk sebagian kita ini pemandangan yang biasa saja. Namun setiap kali kami sharing rutin dengan tim selalu saja mendapat cerita tentang anak yang punya perilaku yang menurut kami tidak semestinya untuk usia mereka. Baik dari segi ucapan, tindakan dan emosi mereka.

Satu hal yang membuat saya pribadi terkaget adalah ketika salah satu tim kami nyeletuk “Ibu sih beruntung… bisa memfasilitasi Alifa (putri kami) dengan kegiatan yang bermanfaat seharian, kan ga semua orang tua tau, bisa atau paham…”. Ada perasaan penasaran sekaligus tersadarkan dengan ucapannya.

Kami mencoba dengan sengaja mencari tahu apa yang anank-anak ini lakukan sepulang sekolah sambil menunggu orang tuanya kembali dari kantor. Faktanya bervariasi, ada yang menemani mbak nonton sinetron atau bermain dengan teman-teman tanpa pengawasan orang dewasa.

Akhirnya kami menyediakan Fullday Program di TK Alifa Kids, ini memang kami tujukan bagi pasangan bekerja (walau banyak pula diminati oleh ibu rumahtangga). Alhamdulillah, tim bekerja dengan baik dan terus mempersiapkan kegiatan yang fun namun penuh makna selama seharian anak-anak di sekolah. Kami juga mendapat pendampingan dari expert Belanda yang turut memberikan gambaran dan bimbingan bagaimana Children Center di negara mereka.

Sudah dua tahun program ini berjalan, awalnya ada yang bertanya “ngapain aja anak-anak seharian di sekolah..?” atau “ohh… itu seperti penitipan anak ya..?”. Kami mempersiapkan  kegiatan bagi mereka sesuai perkembangan dan usianya, anak-anak tidak kaku selama di sekolah dan dimonitor perkembangannya, tidak hanya sekedar dititipkan, langsung di bawah pengawasan guru. Senang rasanya melihat anak-anak bertumbuh secara natural, dan bisa menjadi mitra bagi orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka tanpa khawatir dengan perkembangan IQ, EQ bahkan SQ nya.

Tak ingin menghakimi para ibu bekerja, kami yakin mereka orang-orang yang berjuang untuk hal yang baik bagi keluarganya. Kami memilih menempatkan diri sebagai sahabat mereka dan berusaha semaksimal mungkin memberikan solusi bagi mereka. Pendampingan parenting, relationship dan emotional healing for mother pun kami jadikan bekal bagi orang tua TK Alifa Kids.


Alhamdulillah saat ini sudah cukup banyak sekolah yang turut memberikan program fullday bagi calon siswa mereka. Ikut berkontribusi dalam memberikan solusi bagi orang tua dan anak merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kami. Harapan kami anak-anak usia dini mendapatkan pendampingan terbaik di usia emas mereka, tak hanya pintar dalam akademik nantinya namun juga memiliki karakter, attitude dan life skill terbaik dalam menghadapi masa depan mereka dan yang paling penting adalah Berbahagia selama proses pembentukan tersebut…

Thursday, 13 March 2014

Teruntuk Anak-Anak ku di Riau #RiauBerasap

Sudah lebih dari satu bulan kita bertahan dengan menghirup udara beracun akibat ulah tangan pembakar hutan....
Bunda rasa tak pantas jika kita sebut ini gejala alam. Kenapa alam yang terus terusan dipersalahkan...

Ananda ku sayang, kelak engkau besar ingatlah bahwa kepintaran mu tak akan membawa mu kepada kebaikan... tak akan membawamu kepada sorganya Allah jika engkau gunakan untuk menzholimi orang lain...

Moga dalam beberapa tahunmu belajar sambil bermain ini akan menjadi ingatan segar kelak... Bahwa betapa penting moral, karakter dan nilai nilai yang perlu engkau jaga selama engkau hidup....

Apapun kepintaranmu... pastikan engkau ingat "dari mana asalmu... sedang dimana engkau sekarang... mau kemana hidupmu setelah mati..."

Tak ada yang tau umur... ini bunda tulis untuk ananda tercinta... moga tulisan ini bisa ananda temukan...bisa menjadi pengingat bagimu, ditengah-tengah semangatmu berkarya.... Apakah karyamu mendekatkan dirimu pada sorganya Allah... atau sebaliknya...

*Nitey with smog

Wednesday, 12 March 2014

Teruntuk Bapak yg Menghitung Hari

Jangan MARAH yaaa...
titip dr Riau untuk RI 1 : Dear Yth. Presiden RI Bpk Susilo Bambang YudhoyonoYang sebentar lagi akan habis masa jabatannya. Riau, dari sini Bahasa Indonesia berasal, Bahasa yg pernah membuat Nusantara satu.

Titik api di sekitar kami, bukanlah simbol kemarahan Tuhan, tapi simbol keserakahan dan bukti ketidak pedulian Negara, bukti kepongahan Jakarta trhdp Daerah. Bapak mau kesini skrg ? Bandara ditutup pak, lagipun tdk ada anak sekolah yg akan menyambut bapak, sekolah diliburkan. Mau menempuh jalur darat ? Bahaya pak, asap tebal tidak bagus buat kesehatan bpk dan ibu ani, lagian juga tdk bagus untuk objek foto Instagram.

Biarkan saja seperti ini, agar Riau bisa menjadi lahan sawit dan bisa ditanami tanaman Industri. Biarkan saja seperti ini, kami ikhlas mati pelan-pelan karena ISPA, karena ketidakberdayaan kami di daerah. Kami Pasrah, Mungkin ini kehendak Tuhan.

Bagi saudara/i kami di daerah lainnya, kami sgt berterima kasih atas doa yg selalu kalian panjatkan, mhn maaf krn kiriman asap Riau kalian jadi terganggu, jika kita tdk sempat bertemu muka, semoga kita bertemu di Surga nanti. Sebarkan ini, semampu yg anda bisa.. Karena Kita INDONESIA

Sumber : Anonim dari BBM

Tuesday, 4 March 2014

Pintu Ajaib

Dear friends....
Pernahkah merasa terjebak dalam suatu keadaan yang rasanya sudah ga ada jalan keluar...?
Satu-satunya yang terlihat hanyalah sebuah pintu... tapi sudah berusaha menarikkkkk sekuat tenaga namun pintu itu tak juga bisa dibuka...
Tak ada jendela... tak ada pintu lain bahkan tak ada atap yang bisa dipanjat. Seperti berada di sebuah kotak kubus dengan 1 pintu....
what's wrong with this...?
There's nothing wrong anyway.... hanya saja kita suka keliru memperlakukan pintu itu... Terlalu memaksa ditarik sekuat tenaga hingga hampir kehabisan tenaga...
Padahal pintu itu hanya perlu diGeser (sliding door). Hahaaahhaaa... betapa konyolnya tingkah kita... dan berteriak pada Tuhan bahkan nyaris protes dan mengeluh... Alangkah menggelikan dan bodohnya perangai kita....
Lebih lucu lagi... jika ternyata itu pintu besi Otomatis... sehabis tenaga mendobrak, sang pintu justru makin terkunci, karena dikira kita seorang pencuri yg ingin melarikan diri..... Hahahaahaaa (mari tertawa lagi)
Padahal kita hanya cukup diam manis sejenak.... lalu sang pintu pun dengan anggun terbuka sendiri...
Have a nice lunch, Teman....